SAAT DIRI INI BUKAN PRIORITAS

Nah pertanyaannya adalah untuk orang yang seperti itu, kalau Anda belum menikah, untuk orang seperti itu mengapakan Anda korbankan kebaikan Anda. Untuk orang yang seperti itu. Mengapa?

Yang ketiga sekarang, dan ini adalah kesimpulan dari semua yang pelik-pelik dan ini sebetulnya adalah semacam “ancaman bagi yang mengabaikan”. Dan ini berita gembira dan hiburan bagi sedang tidak diprioritaskan, yang sedang diabaikan.

Sesungguhnya, hampir semua hal yang pelik dalam kehidupan ini tumbuh dari hal-hal sederhana yang diabaikan.

Nah sekarang, kalau kita yang tidak diprioritaskan, kalau anda yang tidak diprioritaskan yuk secara adil periksa apakah ada hal-hal sederhana dalam hubungan Anda dengan orang lain yang Anda remehkan, yang Anda tunda. Banyak to orang yang bilang, “nanti aja..” “nanti aja..” “entar..” “entar..”, minta maaf ditunda, memuji ditunda, berterima kasih ditunda, marah cepat.

Ada yang begitu?

Mengerti perasaan orang lain, peduli bahwa dia sakit tidak, lambat gitu, tetapi tersinggung cepat. Nah, hamper semua hal yang pelik itu termasuk pengabaian. Itu terjadi dalam kehidupan karena kita mengabaikan hal-hal yang sederhana.

Nah.. sekarang kita lihat kebalikannya ya.

Orang yang mengabaikan kita, berbakat untuk dapat kepelikan karena mengabaikan kita dan kita bukan hal sederhana. Itu lihat, yang sederhana saja diabaikan bisa menghasilkan kepelikan, apalagi kita, kasih sayang kita yang baik.