SAAT DIRI INI BUKAN PRIORITAS

Ada to kita sekali dua kali dalam kehidupan ini, kita tidak diperlakukan sebagaimana yang kita harapkan dan yang lebih pedih adalah kita tidak diperlakukan sebaik kita memperlakukan orang-orang lain.

Pertimbangan pertama.“Engkau yang sedang diabaikan mengapakah kau korbankan kebaikanmu untuk orang yang tidak merawat hatimu?”

Kan orang yang sedang diabaikan itu kenapa nelangsa? Gitu kan? kenapa baper?

Kenapa sedih?

Karena sedang mengorbankan kebaikan dirinya karena bersedih sedang diabaikan.

Nah..

Tidak menjadi prioritas bagi orang yang kita prioritaskan itu pedih sekali.. Tidak dipriorioritaskan oleh orang yang kita prioritaskan itu pedih sekali..

Nanti kita harus secara adil melihat mengapa kita yang sudah merasa baik ini dan memperlakukan orang lain dengan baik ini kenapa kok diabaikan?

Yang pertama kali pertanyaannya adalah engkau yang sedang diabaikan mengapakah kau korbankan?

Apakah kita sebaiknya ikhlas mengorbankan kebaikan untuk orang yang mengabaikan kita? Nah, ini ada pertimbangan keduanya, ini yang menjadikan kita lebih damai karena melihat keadaan diabaiakan, tidak diprioritaskan ini secara adil.

Tolong Anda simak apakah itu yang sedang terjadi kepada Anda?

Jika yang kau lakukan tak menjadikanmu dibutuhkan ia akan menjadikanmu diabaikan.

Jadi kita yang sedang diabaikan ini harus memeriksa, apakah kita tidak cukup melakukan yang menjadikan kita diperhatikan, sehingga yang kita lakukan karena tidak cukup menjadikan kita diabaikan. Tetapi kan ada orang yang demikian tidak menghargai kasih sayang, sampai bahkan orang yang paling mencintainyapun diabaikan. Kan ada orang yang seperti itu to?