ME MINUS YOU EQUALS BLUE

Kesimpulan:

Bahwa cinta itu serpihan dari sifat Tuhan. Tuhan itu Maha Mencintai, Maha Lembut. Serpihannya turun menjadi cinta dihati kita.

Sehingga ada milik Tuhan didalam diri orang yang mencintai, karena apabila tidak penting orang itu, bagi diri kita sekarang atau pelajaran yang didapatnya sekarang untuk kebaikan masa depan. Tuhan tidak akan membuat kita mencintai dan termasuk salah mencintai.

Bahwa tidak semua cinta itu, cinta yang tepat. Ada yang salah dan sengaja diizinkan salah. Kedua ada cinta yang memang tidak untuk selamanya. Ada cinta yang memang sementara, dan ini Tuhan yang Maha Tahu.

Tetapi yang paling penting bahwa serpihan kualitas Tuhan yang namanya cinta itu tidak boleh dipisahkan masalah dan solusinya dari Tuhan.

Bagaimana kita mengatasi masalah dan tantangannya, menemukan solusi dan kedamaian didalam cinta tanpa melihatkan pemilik cinta. Sehingga berdoalah, doakan kebaikan bagi istri. Selalu sampaikan kepada Tuhan bahwa keindahan hidup ini adalah kita capai bersamanya.

Dan minta bahwa kebersamaan kita dengan dia diberkati dengan kesehatan, kesejahteraan, saling mengasihi, mendukung, memperkuat, dan peduli.

Sehingga kesimpulan ini dari cinta, cinta itu paling bisa dipercaya, kualitasnya, setelah melalui cobaan, naik turunnya kehidupan, derita dan kekurangan.

Itu sebabnya cinta pada anak muda itu indah energinya, tapi cinta pada orang tua itu seindah-indahnya cinta, karena disitu bukan hanya kekuatan, tetapi daya tahan, dan ketahanan, untuk mempertahankan kebersamaan yang penuh cinta dan kesyukuran. Kita bagian dari kehidupannya dan kehidupannya bagian dari kehidupan kita.

Terima kasih.