ME MINUS YOU EQUALS BLUE

Seperti kata-kata, “Jika dia untukku, maka untukku. Jika tidak aku untuk orang yang lebih baik”. Bahwa Cinta, bahagia dan derita, itu tercampur hingga kita tidak bisa membedakannya. Akhirnya, orang yang menderita dalam cinta , menikmati deritanya. Orang yang berbahagia dalam cinta, menikmati bahagianya.

Orang yang sedang jatuh cinta menikmati sehingga orang yang belum jatuh cinta tidak tahu cinta itu apa. orang yang sudah jatuh cinta tidak bisa menjelaskan cinta itu apa dan orang yang sedang menderita apa lagi. Jadi sebetulnya tidak ada ahli cinta.

Seseorang yang kalau berbahagia meninggalkan mantannya, apakah itu cinta? Bahagia hanya dilakukan bagi orang yang tidak mencintai. Karena kalau cinta, menderita.

Wanita yang baik, sedih berpisah dengan lelaki tidak baik yang meninggalkannya. Karena merasa telah gagal. Kemudian dia berusaha mencari kebahagiaan di hubungan berikutnya.

Kegagalan cinta bagi orang yang adil, dia akan berkata perpisahan ini tidak sepenuhnya kesalahan dia, pasti ada kontribusiku. Karena, tidak ada orang sepenuhnya salah, sebagaimana tidak ada orang seluruhnya benar. Tapi kalau kita fair,  terkadang kita punya kontribusi yang besar dalam perpisahan itu.