JODOH ITU DITEMUKAN ATAU DIBANGUN

Jadi kalau anda memilih sebaik-baik jodoh tapi anda tidak sesuai bagi yang anda pilih, anda tidak dapat! Itu saja pakemnya. Nah kalau begitu, jodoh itu bukan memilih karena kita memilihpun belum tentu dia bisa jadi jodoh.

Memilih bukan akhir, bukan awal, bukan proses, sebab pertama kali adalah memantaskan diri. Karena kalau anda berpendidikan tinggi, berbudaya, beriman, beribadah dengan baik, berbakti kepada orang tua, menjaga keindahan tutur kata, wajah dan perilaku.

Perhatikan anda sebaik itu pasti tidak akan sembarangan memilih jodoh. Berarti pilihan dan cara memilih anda berubah sesuai dengan kualitas kepribadian anda. Jadi bahkan sebetulnya bukan memilih yang penting tapi memantaskan diri.

Karena begitu kita pantas bagi jodoh yang terbaik, waktu memilih pasangan, karena kalau dia tidak pantas untuk yang dipilihnya bisa tidak mau, atau meskipun mau tidak jadi. Karena jodoh itu kepantasan Tuhan. Jadi kalau kita pantas bagi sebaik-baiknya jodoh, tidak dicaripun Tuhan akan hadirkan.

Nah, setelah dihadirkan jodoh oleh Tuhan, misal sudah menikah, ingatlah tidak semua orang yang sudah menikah sebetulnya berjodoh. Ada yang sudah menikah mereka tidak sadari tidak jodoh, tapi terikat dalam pernikahan sehingga harus mempertahankan reputasi, gengsi dan tidak ingin cemar.

Berarti setelah kita memantaskan diri, memilih lalu kemudian menikah. Ingatlah bahwa tidak ada siapapun menjadi jodoh kita jika kita tidak menjodohinya. Menjodohi itu menjaga perasaannya, memelihara kedamaiannya , mengutamakan kegembiraannya, peduli tentang kesehatannya, peduli tentang karir/karyanya.